Rabu, 23 Februari 2011

TEORI KEPRIBADIAN MENURUT ALFRED ADLER

A.    Pendahuluan
Alfred Adler lahir di Wina pada tahun 1870 dari keluarga kelas menengah, dan meninggal di Aberdeen, Skotlandia pada tahun 1937 pada waktu ia mengadakan perjalanan keliling untuk memberikan ceramah. Ia memperoleh gelar Dokter pada tahun 1895 dari Universitas Wina. Mula-mula ia mengambil spesialisi di bidang ophthalmologi, kemudian setelah menjalani praktik dokter umum, ia menjadi seorang psikiater. Ia menjadi anggota dan kemudian ketua Masyarakat Psikoanalisis Wina. Pada tahun 1911 akibat kritikan dan celaan terhadap pendirian Adler oleh anggota-anggota lain maka Adler mengundurkan diri dari jabatan ketua dan beberapa bulan kemudian ia memutuskan hubungan dengan psikoanalisis Freudian (Colby, 1951; H.l. dan R.R. Ansbacher, 1956, 1964).
Ia kemudian membentuk kelompoknya sendiri, yang dikenal sebagai dari itu, manusia adalah individu yang sadar akan dirinya sendiri dan mampu sendiri dan mampu merencanakan serta membimbing perbuatan-perbuatan itu bagi aktualisasai dirinya sendiri. Ini merupakanantitesis teori Freud, yang benar-benar mereduksikan kesadaran ke status nonentitas sekedar buih di tengah samudra ketidaksadaran.

B.     Pembahasan
  1. Kepedulian Sosial Adler
Pada tahun-tahun permulaan perumusan teorinya, ketika ia mengemukakan hakikat manusia yang agresif dan haus kekuasaan serta ide tentang protes maskulin sebagai suatu bentuk kompensasi berlebihan atas kelemahan feminin, Adler dikritik dengan tajanm karena dia menekankan dorongan-dorongan yang bersifat mementingkan diri sendiri dan mengabaikan motif-motif sosial.
Adler seorang pembela keadailan sosial dan penyokong demokrasi sosial, memperluas konsepsinya tentang manusia dengan memasukkan faktor minat sosial (1939). Minat sosial merupakan individu pembantu masyarakat mencapai tujuan terciptanya masyarakat yang sempurna. “minat sosial merupakan kompensasi sejati dan yang tak dapat dielakkan bagi semua kelemahan alamiah manusia individual” (Adler, 1929b, hlm. 31).
Adler yakin bahwa minat seseorang bersifat bawaan, bahwa manusia adalah makhluk sosial menurut kodratnya, bukan karena bawaan belaka. Akan tetapi sama seperti setiap bakat kodrati lainnya., kecendrungan yang dibawa sejak lahir ini tidak bisa munculsecara spontan, tetapi harus ditumbuhkan lewat bimbingan dan latihan. Karena ia yakin akan pentingnya pendidikan, maka Adler menyediakan banyak waktu untuk mendirikan klinik bimbingan kanak-kanak, menyempurnakan sekolah-sekolah dan mendidik masyarakat tentang cara-cara yang tepat untuk mengasuh anak-anak. Minat kemasyarakat menggantikan menggantikan minat yang bersifat mementingkan diri.
  1. Pandangan Adler Tentang Sifat-Sifat Anak
Adler sangat tertarik pada jenis-jenis pengaruh awal yang mengakibatkan anak mudah tergelincir ke dalam gaya hidup yang salah. Ia menemukan tiga faktor penting: (1) anak-anak yang memiliki inferioritas –inferioritas, (2) anak-anak yang dimanjakan, (3) anak-anak terlantar. Anak-anak yang memiliki kelemahan fisik atau jiwa menanggung beban berat dan mungkin merasa kurang mampu menghadapi tugas-tugas kehidupan. Mereka sering kali memanggap dirinya sebagai orang-orang yang gagal. Akan tetapi jika mereka memiliki orang tua yang memahami dan dan mendorong maka mereka bisa melakukan kompensasi terhadap inferioritasnya dan mengubah kelemahannya menjadi kekuatan.
Berulang kali Adler berbicara dengan tegas mengingatkan bahaya memanjakan anak karena ia melihat ini sebagai kutukan paling serius yang dapat menimpa anak. Anak-anak yang dimanjakan tidak mengembangkan perasaan sosial, mereka menjadi orang yang mengharapkan masyarakat menyesuaikan diri dengan keinginan-keinginan dirinya sendiri. Pengabaian terhadap anak juga membawa akibat-akibat yang tidak menguntungkan. Anak-anak yang diperlakukan secara buruk pada masa kanak-kanak akan menjadi musuh masyarakat ketika mereka menjadi dewasa. Gaya hidup mereka dikuasai oleh kebutuhan untuk balas dendam.
Adler mengamati bahwa kepribadian anak sulung, anak tengah, dan anak bungsu dalam suatu keluarga akan berlainan (1931, hlm. 144-154). Anak sulung mendapatkan banyak perhatian sampai anak yang kedua lahir, karena kelahiran anak kedua tentu kasih sayang orang tua akan terbagi, anak sulung akan bertingkah lakumembenci orang lain, merasa tidak aman, dll. Apabila orang tua bisa menangani situasi ini dengan bijaksana maka besar kemungkinan bahwa anak sulung akan berkembang menjadi anak yang bertanggung jawab dan bersifat melindungi.
Ciri anak tengah adalah ambisius. Ia selalu berusaha melebihi kakaknya. Ia cenderung memberontak dan atau iri hati, tetapi pada umumnya dia dapat menyesuaikan diri dengan lebih baik dibandingkan kakak atau adiknya. Anak bungsu adalah anak yang dimanjakan sama dengan anak sulung, kemungkinan besar ia menjadi anak yang mengandung masalah dan menjadi orang dewasa neurotik yang tidak mampu menyesuaikan diri[1].
  1. Pokok-Pokok Teori Adler
Adapun pengertian-pengertian pokok dalam teori Adler yaitu sebagai berikut :
a.       Individualita sebagai Pokok Persoalan
Adler member tekanan kepada pentingnya sifat khas (unit)dari pada kepribadian, yaitu individualita, kebulatan serta sifat-sifat khas pribadi manusia. Menurut adler tiap orang adalah suatu konfigurasi motif0motif, sifat-sifat serta nilai-nilai yang khas; tipa tindakan yang dilakukan seseorang membawakan corak khas gaya hidupnya yang bersifat individual.


b.      Pandangan Teleologis
Adler menemukan pengganti determinasi historis Frued yang menekankan faktor konstitusional pengalamna masa kank-kanak; adler menemukan gagasan bahwa manusi lebih didorong oleh harapan harapannya terhadap masa depan dari pada pengalaman-pengalaman masa lampaunya.

c.       Dua Dorongan Pokok
Didalam diri manusia terdapat dua dorongan pokok, yang mendorong serta melatar belakangi tingkah lakunya, yaitu:
a)      Dorongan kemasyarakatan yang mendorong manusia bertindak yang mengabdi kepada masyarakat.
b)      Dorongan keakuan, yang mendorong manusia bertindak yang mengabdi kepada aku sendiri.
Mengenai dorongan kekuatan ini pendapat Adler mengalami perkembangan sejak tahun 1908 dia telah sampai pada kesimpulan bahwa dorongan agresif lebih penting dari pada dorongan seksual. Kemudian nafsu agresif itu diganti dengan keinginan berkuasa dan lebih kemudian lagie ini digantinya dengan dorongan superior, dorongan untuk berharga, untuk lebih sempurna[2].
d.      Rasa Rendah Diri dan Kompetensi
Sejak mula-mula menjadi dokter, Adler telah menaruh perhatian tehadap fungsi-fungsi jasmani yang kurang sempurna, hal ini dirumuskannya dalam organ minderwertigheit und ihre psychische kompensationen (1912). Mula-mula dia menyelidiki tentang kenapakah apabila orang sakit itu menderita di daerah-daerah tertentu pada tubuhnya; misalnya ada orang menderita sakit jantung, ada skait paru-paru, dan ada lagi yang sakit punggung dan sebaginya.
Jawab Adler ialah pada daerah-daerah tersebut kekurangan kesempurnaan atau winderewertigheit, baik karena dasar maupun karena kelainan dalam perkembangan. Selanjutnya dia menemukan bahwa orang yang mempunyai organ yang kurang baik itu berusaha mengkompesasikannya dengan jalan memperkuat organ tersebut dengan latihan-latihan yang intensif.


e.       Dorongan Kemasyarakatan
Dorongan kemasyarakatan itu adalah dasra yang dibawa sejak lahir ; pada dasarnya manusia adalah manusia adalah makhluk social. namun sebagaimana lain-lain kemungkinan bawaan, kemungkinan mengabdi kepada masyarakat itu tidak Nampak secara spontan, melainkan harus dibimbing dan dilatih.
Jadi kalau kita ikuti perkembangan theory Adler itu maka dapat kita gambarkan:
a)      Mula-mula manusia dianggap didorong oleh dorongan mengejar keakuan dan kekuasaan sebagai lantaran untuk mencapai kompensasi bagi rasa rendah dirinya.
b)      Selanjutnya manusia dianggapnya didorong oleh dorongan kemasyarakatan yang didorong sejak lahir yang menyebabkan dia menempatkan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi.
Jadi gambaran tentang manusia sempurna hidup dalam masyarakat sempurna menggantikan gambaran tentang manusia kuat agresif dan menguasai serta memeras masyarakat.
f.       Gaya Hidup, Leitlinie
Gaya hidup adalah pengertian yang sentral dalam theory Adler, tetapi juga pengertian yang paling sukar di jelaskan. Gaya hidup ini adalah prinsip yang dapat dipakai landasan untuk memahami tingkah laku seseorang; inilah yang membelatar belakangi sifat khas seseorang. Tiap orang punya tujuan yang sama yaitu mencapai superiorita, namun caranya untuk mengejar itu boleh dikatakn tak berhingga banyaknya, ada yang dengan mengenbangkan akalnya, ada yang dengan melatih otot-ototnya dan sebaginya.
Tiap tingkah laku orang tentu membawakan gaya hidupnya; dia mengamati, berangan-angan, berfikir serta bertindakdalam gayanya yang khas. Inilah gaya hidupnya, leitlenie, yang menjadi pembimbing dalam hidupnya dan diperjuangkanya terhadap segala macam rintang.
g.      Diri yang Kreatif
Diri yang kreatif adalah penggerak utama, pegangan filsafat, sebab pertama bagi semua tingkah laku. Sukarnya menjelaskan soal ini ialah karena kita tak dapat menyaksikanya secara langsung akan tetapi hanya dapat menyaksikan lewat manifestasinya. Inilah yang mengantarai pernagsang yang dihadapi individu dengan respon yang dilakukanya. Diri yang kreatif adalah yang member arti kepada hidup; yang menetapkan tujuan serta membuat alat untuk mencapainya[3].
  1. Konsep Jung dan Adler dalam Memandang Manusia
Bagi Adler psikologi Individul mempunyai arti yang penting sebagaimana cara untuk memahami tingkah laku manusia. Seperti rasa rendah diri, gaya hidup, diri yang kreatif, memberi pedoman yang penting untuk memahami sesama manusia. Adler punya arti yang sangat penting, yaitu :
    1. keharusan memikul tanggung jawab
    2. keberanian menghadapi kesukaran-kesukaran hidup
    3. mengikis dorong keakuan dan mengembangkan dorongan kemasyarakatan
    4. menyelami diri sendiri dan membuka kecenderungan-kecenderungan egoistis yang tersembunyi.
Berbeda dengan pendapt Jung, Jung tidak berbicara tentang kepribadian melainkan tentang Psyche, yaitu totalitas segala peristiwa psikis baik yang disadari maupun yang tidak disadari. Jadi jiwa manusia terdiri dari dua alam, yaitu:
1)      alam sadar : penyesuaian terhadap dunia luar,
2)      alam tak sadar : penyesuaian terhadap dunia dalam
  1. Pengaruh Adler
Di Amerika pengaruh Adler meluas karena adanya “ The American Society of Individual Psychology”. Di Eropa murid-murid dan pengikut Adler begitu banyak, diantaranya yaitu Fritz Kunkel dengan karyanya utamanya : Einfuhrung in die Characterkunde (Zurich; 1928, 1950).
Kunkel berpegang teguh kepada dasar pemikiran Adler, pendapatnya yang bersifat memperkaya Individual Psycology juga dapat diikuti melalui pengertian-pengertian pokok yang digunakannya. Secara ringkas pendapat kunkel itu adalah :
a.       Dua dorongan pokok
Seperti Adler, Kunkel berpendapat bahwa kehidupan jiwa adalah dinamis, dan dinamika ini dikarenakan oleh adanya dua dorongan yang saling bertentangan, yaitu:
1)      Dorongan keakuan, dorongan untuk mengabdi kepada aku (diri sendiri).
2)      Dorongan kekitaan, dorongan untuk mengabdi kepada kita (Umum, dunia luar dirinya).
b.      Termometer penilaian diri
Saling berhubungan antara kedua dorongan pokok dalam diri manusia itu digambarkan dalam termometer penilaian diri.
c.       Apersepsi bertendes dan dresat
1.              apersepsi bertendens yaitu sesuatu yang menyebabkan orang menyimpang dari kenyataan dalam mengadakan apersepsi. Apersepsi bertendens dapat makin mendalam dan menghasilkan dresat.
2.              dresat adalah kebiasaan memandang segala sesuatu dari sudut tertentu dan bersifat beku. Dresat itu bersifat memaksa kepada penderitanya sebagai hukum alam, menekan kebebasan batin dan mendorong ke arah ketidak beranian. Misalnya : aku tak dapat, semua pria tak dapat dipercaya dll.
d.      Umfinalisierung
  Menggambarkan perbuatan yang dilakukan tidak dengan semestinya, menurut nyata nya menuju ketujuan nya yang wajar, tetapi berpengaruh oleh penghargaan dalam hubungan dengan orang lain, demi kepentingan akunya. Misalnya : anak membuat rumah-rumahan bukan karena hendak membuat rumah-rumahan yang bagus, melainkan karna ingin mendapat pujian dari ibunya.

e.       Lingkaran setan dan proses pencerahan
karena sangat terikat akan rasa akunya, orang mungkin tidak berani menghadapi kenyataaan, jadi ia menderita rasa rendah diri, hal ini mendorongnya untuk berusaha menutup kekurangan atau mencapai kompensasi. Kalau usaha ini gagal maka rasa rendah diri akan lebih mendalam, rintangan makin besar dan akibatnya kesukaran-kesukaran yang dihadapi makin bertambah besar, sehingga daya penyesuaian diri semakin kecil, ruang hidup secara psikologis bertambah sempit. Jadi dalam hal ini individu seolah-olah di lingkari oleh pagar yang menakutkan yang makin lama bertambah makin sempit daerahnya, sehingga akhir nya mengurung individu dalam kesukaran. Inilah yang disebut dengan lingkaran setan.[4]
  1. Penutup
  1. Kesimpulan
Adapun pengertian-pengertian pokok dalam teori Adler yaitu sebagai berikut :
  1. Individualita Sebagai Pokok Persoalan
  2. Pandangan Teologis: Finalisme Semu
  3. Dua Dorongan Pokok
  4. Rasa Rendah Diri dan Kompensasi
  5. Dorongan Kemasyarakatan
  6. Gaya Hidup, Leitlinie
  7. Diri yang Kreatif
  1. Saran
Pemakalah menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan dalam penulisan makalah ini, oleh karena itu pemakalah mengharapkan kritikan dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini kedepannya.
DAFTAR KEPUSTAKAAN

Chalvin S. Hall & Gardner Lindzey, (kanisius, 1993)
Agus Sujanto, Psikologi Kepribadian,(Jakarta: Bumi Aksara, 2001)
Sumadi Suryabrata, psikologi kepribadian,(Jakarta: CV Raja Wali, 1990).



 
 


[1] Chalvin S. Hall & Gardner Lindzey, (kanisius, 1993).h.248
[2] Agus Sujanto, Psikologi Kepribadian,(Jakarta: Bumi Aksara, 2001), h. 72
[3] Op. cit. h. 73-76
[4] Sumadi Suryabrata, psikologi kepribadian,(Jakarta: CV Raja Wali, 1990). h. 225-230

Tidak ada komentar:

Posting Komentar