Rabu, 23 Februari 2011

Nama   : Titi nurfatimah
Nim     : 08.103.079

Menumbuhkan Empati Pada Anak
1.      Memperketat tanggung jawab dan rasa peduli
Beberapa ajaran moral yang diterima anak berupa hafalan tidak begitu berpengaruhi pada anak, mereka begitu sulit menghubungkan hafalan-hafalan tersebut dengan perilaku yang nyata. Keluarga tidak hanya harus menerapkan ajaran moral secara nyata, melainkan juga menerapkan kedisplinan yang mesti diterapkan oleh setiap anggota keluarga.
        Kebanyakan orangtua merasa takut menerapkan aturan-aturan tertentu yang mesti dipenuhi atau dilakukan oleh  anak, hal ini disebabkan ketakutan dari orangtua dianggap konservatif, bodoh, norak dan sebagainya. Padahal, jika Anda menginginkan anak mempunyai empati, lebih penyayang dan lebih bertanggungjawab maka Anda harus membuat aturan-aturan keluarga yang jelas dan konsisten dan tidak mudah memberikan keringanan kepada mereka.
Anda harus menuntut tanggungjawab dari setiap tingkah lakunya yang menyalahi aturan keluarga yang telah Anda buat.
Beberapa aturan yang perlu diterapkan:
       1.Anak harus ikut bertanggung jawab terhadap keuangan keluarga, misalnya dengan        menetapkan uang jajan dan tabungan secara terpisah. Melatih tanggung jawab anak terhadap uang jajannya sendiri sehingga ia tidak mencuri uang di laci bila kekurangan uang untuk jajan.
       2. Pulang pada waktunya. Berikan batasan-batasan tertentu pada anak untuk menepati waktu pulang dari sekolah, jam bermain, jam belajar atau bahkan batas waktu pulang di malam hari. Aturlah kesepakatan tersebut beserta dengan sanksi bila nantinya anak tidak menepati janjinya.
       3. Berikan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga untuk diselesaikan oleh anak. Misalnya pada anak berumur 5 tahun untuk meletakan sendok dan garpu di meja makan, pada anak umur 10 tahun untuk dapat merapikan dan membersihkan tempat tidur.
2. Mengajari anak dengan pebuatan baik kepada orang lain.
         Mengajarkan anak empati tidaklah dengan berbicara kepada anak mengenai perbuatan baik sebagai bentuk kepedulian kepada orang lain. Anda membutuhkan suatu kerja yang nyata. Andalah yang harus menunjukkan kepada anak perbuatan-perbuatan baik yang melibatkan empati.
         Misalnya, anda memberikan tempat duduk kepada ibu tua di dalam bis yang penuh sesak, biarkan anak anda melihat perbuatan anda yang peduli dengan orang lain, anak anda akan memperoleh pendidikan yang paling berharga daripada Anda hanya mengobrol tindakan-tindakan tersebut di meja makan. Beberapa tindakan lain yang dapat anda lakukan di depan anak anda adalah, membantu orang tua menyebrangi jalan, mengunjungi sahabat anda di rumah sakit, membantu membawa barang belanja seorang ibu yang keberatan membawanya kedalam mobil dan sebagainya.
         Perbuatan baik yang anda lakukan akan membuka pintu bagi anak, apabila kebaikan sudah menjadi kebiasaan, anda akan melihat anak anda ketagihan dan mencari jalan lain dengan caranya sendiri untuk berbuat baik kepada orang lain. Sebuah kebiasaan adiktif yang akan membentuknya kelak.
3. Melibatkan anak dalam kegiatan sosial
Kegiatan sosial untuk membantu orang lain dan sebagainya tidak hanya membentuk empati pada anak, melainkan juga mengjarkan ketrampilan sosial seperti membentuk kerjasama, berinteraksi dengan orang lain, ketekunan, dan kesetiaan. Sebuah pelajaran penting sangat bermanfaat yang menyumbangkan bentuk ketrampilan EQ lainnya.
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan adalah;
1. Bekerja di dapur umum
2. Bergabung dalam organisasi tertentu yang bergerak pada kemanusian atau lingkungan
3. Ikut gotong royong yang dilakukan sekitar lingkungan rumah.
4. Menghibur orang jompo di panti wreda
5. Membuat boneka atau kerajinan untuk anak-anak sakit dengan tujuan menghibur    mereka.
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar