Rabu, 23 Februari 2011

KONFORMITAS
A.    Pendahuluan
Menurut Sugiyarta konformitas merupakan hasil interaksi sosial dan proses sosial dalam kehidupan bermasyarakat yang memunculkan perilaku-perilaku kesepakatan (conformitas) sebagai bentuk aturan bersama. Penyesuaian-penyesuaian perilaku yang disepakati bersama dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan.
Dalam pembahasan kali ini pemakalah membahas konfomitas ini secara lebih terperinci meliputi :
a.       Pengertian Konformitas
b.      Jenis-jenis Konformitas
c.       Fungsi Konformitas
d.      Pengaruh Konformitas terhadap perilaku sosial        

B.     Konsep Konformitas
  1. Pengertian Konformitas
Menurut Sugiyarta konformitas merupakan hasil interaksi sosial dan proses sosial dalam kehidupan bermasyarakat yang memunculkan perilaku-perilaku kesepakatan (conformitas) sebagai bentuk aturan bersama. Penyesuaian-penyesuaian perilaku yang disepakati bersama sebagai pedoman dalam kehidupan. Hal ini menyangkut perilaku kepatuhan.[1]
menurut Rakhmat  Konformitas adalah perubahan perilaku atau kepercayaan menuju norma kelompok sebagai akibat dari tekanan kelompok. Selain itu defenisi konformitas adalah :
a.       Sikap patuh tetapi lebih cendrung kepada sikap mengalah atau mengikuti tekanan dari kelompok
b.      Perilaku orang yang sama dengan perilaku orang lain atau kelompok.[2]
Konformitas adalah interaksi antara faktor situasional dan faktor personal, konformitas berarti penyesuaian diri dengan masyarakat dengan cara mematuhi norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat. Konformitas tidak hanya bertindak atau bertingkah laku seperti orang lain akan tetapi juga terpengaruh oleh tindakan orang lain.
Menurut Morton Deutch dan Harold Gerald ( 1995 ) konformitas disebabkan oleh beberapa hal yaitu :
1)      Informational Influence         
Bahwa kelompok merupakan presentasi fakta atau pengetahuan tentang situasi. Kelompok merupakan sumber informasi yang objektif.
2)      Normative
Tekanan untuk mengikuti kelompok, tekanan sosial berasal dari norma-norma kelompok, seperti loyalitas, solidaritas dan keinginan  seperti anggota kelompok yang lain dan tidak ingin kelihatan berbeda.
3)      Self Categorization    
Usaha untuk memelihara konsep atau identitas diri sebagai anggota kelompok.[3]
2. Jenis-jenis Konformitas
Konformitas terdiri dari 2 yaitu :
a.       Compliance, konformitas yang benar-benar bertentangan dengan keinginan kita,   konformitas jenis ini dilakukan untuk mendapat hadiah atau menghindari hukuman.
b.      Acceptance, Ada beberapa hal yang dijadikan alasan untuk melakukan konformitas tersebut.
Selain itu komformitas juga dipengaruhi oleh 2 hal yaitu :
a.       Ukuran kelompok, (pengaruh menguat) semakin banyaknya anggota yang “rela” patuh pada  norma kelompok
b.      Unanimous, adanya persamaan pendapat antara satu sama lain yang sehingga terbentuknya suatu kelompok
Konformitas merupakan salah satu bentuk hasil pengaruh sosial yang merupakan penyamaan pendapat atau pola tingkah laku seseorang terhadap orang lain yang mempengaruhinya. Menurut para ahli psikologi sosial terdapat 3 tingkatan konformitas yaitu :
    1. Konformitas Membabi Buta, adalah konformitas yang bersifat tradisional dengan sikap masa bodoh atau meniru atau mengikuti tingkah laku orang lain tanpa mempertimbangkan perasaan terlebih dahulu
    2. Konformitas Identifikasi, merupakan situasi yang otoriter yang didalamnya terdapat rasa takut terhadap penguasa
    3. Konformitas internalisasi, konformitas ini merupakan pengembangan kebebasan yang disertai dengan pertimbangan rasional, perasaan, nilai dan sikap.
3.      Respon Non Conformity, terbagi 2 yaitu :
  1. Independence adalah tingkah laku yang tidak responsive terhadap kelompok atau tingkah laku yang bebas dri norma-norma kelompok
  2. Anti conformity adalah oposisi yang tidak konsisten terhadap norma kelompok karena ingin mempertahankan konsep diri.







  1. Penutup 
  1. Kesimpulan
Konformitas merupakan hasil interaksi sosial dan proses sosial dalam kehidupan bermasyarakat yang memunculkan perilaku-perilaku kesepakatan (conformitas) sebagai bentuk aturan bersama. Penyesuaian-penyesuaian perilaku yang disepakati bersama dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan, selain itu Konformitas adalah  interaksi antara faktor-faktor situasional dan faktor personal.
  1. Kritik dan saran
Pemakalah menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu pemakalah mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini kedepannya.




















DAFTAR KEPUSTAKAAN
http://psychemate.blogspot.com/2007/12/konformitas-sosial.html
Dian Erhan Saputra, Diktat Psikologi social, 2010




[2] Dian Erhan Saputra, Diktat Psikologi social, 2010
[3] Tersedia, http://psychemate.blogspot.com/2007/12/konformitas-sosial.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar