Sabtu, 26 Maret 2011

OPTIMISME
A.    Pendahuluan
Kehidupan manusia tidak selamanya dalam keadaan stabil, manusia lebih membutuhkan kestabilan hidup karena kebahagian manusia terletak dalam jiwanya sendiri, untuk melepaskan diri dari derita hidup yang terus menerus maka diperlukan pikiran yang terbimbing dan benar. Disinilah kekuatan berfikir secara jelas terwujud dan menunjukkan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia.
Dua unsur yang membantu menciptakan pemikiran yang harmonis adalah optimisme dan harapan-harapan yang positif. Dengan optimisme cinta akan kebaikan akan tumbuh dalam diri manusia serta menumbuhkan pandangan baru dalam pandangannya tentang kehidupan.
Optimis memberikan kemampuan pada manusia untuk melihat warna kehidupan menjadi lebih indah, karena ia memiliki kemampuan untuk mengamati semua hal dengan suatu sinar dan kekuatan baru. Sikap optimis haruslah menjadi bagian dari kehidupan manusia karena sikap optimis memiliki pengaruh langsung terhadap kebahagian individu.
Lawan dari sikap ini adalah curiga atau pesimis, sikap pesimis ini menjadi unsur yang dapat merusak dimasa mendatang karena sikap pesimisme adalah suatu penyakit rohani yang sangat berbahaya yang dapat menyesatkan manusia.
Pada makalah ini penulis membahas mengenai apa itu optimisme, pentingnya sikap optimisme, pengaruhnya terhadap kehidupan manusia, ciri-ciri optimisme dan aspek-aspek optimisme, penulis juga memberikan tips agar selalu menjadi orang yang optimisme sehingga terhindar pesimisme.







B.     Pembahasan
1.      Pengertian Optimis dan Pentingnya Sikap Optimis
a.      Pengertian optimis
Optimisme mengasumsikan mengenai harapan seseorang dalam  menghadapi kehidupan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan bahwa arti optimis adalah orang yang selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi segala hal.
Optimisme memiliki dua pengertian, Pertama,  optimisme adalah doktrin hidup yang mengajarkan kita untuk meyakini adanya kehidupan yang lebih baik. Kedua, optimisme berarti kecenderungan batin untuk merencanakan aksi untuk mencapai hasil yang lebih bagus dari sebelumnya[1].
Optimisme merupakan sikap selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal serta kecenderungan untuk mengharapkan hasil yang menyenangkan. Optimisme dapat juga diartikan berpikir positif. Jadi optimisme lebih merupakan paradigma atau cara berpikir.
Menurut Segerestrom (1998) optimisme adalah cara berfikir yang positif dan realistis dalam memandang suatu masalah. Sedangkan menurut Lopez dan Snyder (2003) berpendapat bahwa optimisme adalah suatu harapan yang ada pada individu bahwa segala sesuatu akan berjalan kearah kebaikan[2].
Dari beberapa pendapat dapat kita simpulkan bahwa optimis berarti kita meyakini adanya kehidupan yang lebih baik atau pengharapan baik dan cara berfikir yang positif dan realistis seseorang dalam menghadapi kehidupan untuk mencapai hasil yang lebih baik dalam kehidupannya.
Optimis adalah bagian dari keinginan untuk mewujudkan harapan, Sebuah temuan mengungkap bahwa orang yang memiliki harapan optimis, umumnya memiliki kualitas di dalam diri yang antara lain:
a.       Fokus, selektif, dan memiliki sasaran yang jelas.
b.      Bisa menerima kanyataan hidup dengan kesadaran, tanpa banyak mengeluh.
c.       Memiliki keyakinan untuk bangkit.
d.      Punya perasaan diberkati rahmat Tuhan.
e.       Punya kemampuan untuk menikmati kehidupan.
f.       Punya kemampuan menggunakan akal sehat dalam menghadapi tantangan hidup.
g.      Punya kemampuan untuk memperbaiki diri secara terus menerus.
h.       Punya penghayatan yang baik terhadap kehidupan yang dijalani sehingga bisa membedakan yang salah dan yang benar, yang tepat dan yang menyimpang.
i.        Percaya pada kemampuannya.
j.        Memiliki perasaan yang baik terhadap dirinya[3].
Optimisme bisa ditumbuhkan dengan mengelola cara pandang seseorang dalam melihat setiap kejadian dalam hidupnya. Baik itu merupakan kejadian yang diinginkan (hal positif) ataupun hal yang tidak diinginkan (hal negatif) karena optimis merupakan energi positif dalam diri manusia.
b.      Manfaat Sikap Optimis dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Manusia
Para ilmuwan telah membuat kesimpulan atas riset selama puluhan tahun tentang manfaat berpikir positif dan optimisme bagi kesehatan. Hasil riset menunjukkan bahwa seorang optimis lebih sehat dan lebih panjang umur dibanding orang lain apalagi dibanding dengan orang pesimis. Para peneliti juga memperhatikan bahwa orang yang optimistis lebih sanggup menghadapi stres dan lebih kecil kemungkinannya mengalami depresi. Berikut ini beberapa manfaat bersikap optimis dan sering berpikir positif.
1)      Lebih panjang umur
2)      Lebih jarang mengalami depresi
3)      Tingkat stres yang lebih kecil
4)      Memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik terhadap penyakit
5)      Lebih baik secara fisik dan mental
6)      Mengurangi resiko terkena penyakit jantung
7)      Mampu mengatasi kesulitan dan menghadapi stres[4].

Setiap manusia harus memiliki optimisme dalam menjalani kehidupan, Karena dengan sikap optimis seseorang akan tegar menghadapi setiap cobaan dan menatap masa depan penuh dengan keyakinan. Selain memiliki manfaat, optimisme juga memiliki beberapa pengaruh dalam kehidupan manusia yaitu :
1)      Optimisme dapat menumbuhkan cinta akan kebaikan di dalam diri manusia dan menumbuhkan perkembangan baru dalam pandangan manusia tentang kehidupan.
2)      Optimisme mampu mengurangi sejumlah problema dalam kehidupan manusia. Wajah-wajah optimis akan memancarkan kebahagiaan, tidak saja pada saat mencapai kepuasan, tetapi dalam segala situasi.          
3)      Orang yang menjadikan sifat optimis sebagai bagian dari kehidupannya, maka akan tumbuh kepercayaan diantara anggota masyarakat. Dan kepercayaan tersebut merupakan sebab yang mendesak dalam memulihkan dan memajukan umat (bangsa) yang sedang “sakit” seperti saat ini[5].              

2.      Ciri-ciri Sikap Optimis dan Aspek – aspek Sikap Optimis
a.      Ciri-ciri Sikap Optimis
Untuk menjadi pribadi pantang menyerah dan tangguh, maka harus tertanam sikap optimis dan berpikir positif dalam kehidupan
Berikut adalah 12 ciri khas sikap optimis dan berfikir keras yaitu :
1)      Optimis jarang merasa terkejut oleh kesulitan
2)      Optimis mencari pemecahan
3)      Optimis merasa yakin bahwa mereka mempunyai pengendalian atas masa depan mereka
4)      Optimis memungkinkan terjadi pembaharuan secara teratur
5)      Optimis menghentikan alur pemikiran mereka yang negative
6)      Optimis meningkatkan kekuatan apresiansi mereka
7)      Optimis mengunakan imajinasi
8)      Optimis selalu gembira bahkan ketika mereka tidak merasa bahagia
9)      Optimis merasa yakin bahwa mereka memiliki kemampuan yang hampir tidak terbatas
10)  Optimis membina banyak cinta dalam kehidupan mereka
11)  Optimis Suka bertukar berita baik
12)  Optimis  menerima apa yang bisa diubah[6].

b.      Aspek-aspek optimisme
Seligman (1991) mendeskripsikan individu-individu yang memiliki sifat optimis akan terlihat pada aspek-aspek tertentu yaitu :
1.      Permanent, individu selalu menampilkan sikap hidup kearah kematangan dan akan berubah sedikit saja dari biasanya dan ini tidak bersifat lama.
2.      Parvasive artinya gaya penjelasan yang berkaitan dengan dimensi ruang lingkup, yang dibedakan menjadi spesifik dan universal
3.      Personalization merupakan gaya penjelasan yang berkaitan dengan sumber penyebab dan dibedakan menjadi internal dan eksternal[7].   
Memperkuat pendapat Seligman di atas  Victor E. Frankl dalam bukunya yang berjudul Optimisme Di Tengah Tragedi Analisis Logoterapy mengatakan bahwa orang yang optimis adalah orang yang dapat bertahan dan tetap optimis meskipun dia mengalami tiga serangkai tragedi kehidupan, istilah yang dipakai logoterapi untuk menggambarkan 3 aspek kehidupan manusia dibatasi oleh penderitaan, rasa bersalah, dan kematian.
Setiap individu memiliki potensi untuk memiliki makna hidupnya apapun kondisi yang alaminya bahkan dalam kondisi yang paling menyedihkan sekalipun. Manusia memiliki kapasitas untuk mengubah aspek-aspek hidup yang negatif menjadi sesuatu yang positif dengan kata lain memanfaatkan yang terbaik disetiap situasi.
Optimisme menurut logoterapi adalah optimisme saat dihadapkan pada tragedi yang tragis dan dipandang dari potensi manusia. Sehingga dari ketiga aspek kehidupan manusia yang digambarkan logoterapi memungkinkan manusia untuk :
1.      Mengubah penderitaan menjadi keberhasilan dan sukses
2.      Mengubah rasa besalah menjadi kesempatan untuk mengubah diri sendiri kearah yang lebih baik
3.      Mengubah ketidakkekalan hidup menjadi dorongan untuk bertindak dengan penuh tanggung jawab[8].    

3.      Tips bersikap optimis
Jika anda sering berpikir secara negatif terhadap orang lain ataupun terhadap situasi yang berat, bukan berarti anda tidak dapat berpikir positif. Anda dapat mengubah cara berpikir negatif menjadi positif. Tidaklah sulit untuk melakukannya, namun membutuhkan waktu dan latihan untuk membuat kebiasaan baru ini. Berikut ini beberapa cara untuk lebih optimis dan memiliki pikiran dan sikap yang positif yaitu :

a.       Periksa diri anda
Sewaktu anda berpikir bahwa anda tidak akan bisa menikmati suatu peristiwa buruk atau tidak akan sukses melakukan suatu tugas, segeralah singkirkan pikiran itu, fokuslah pada hal positif yang akan dihasilkan. Lakukan pemeriksaan secara berulang, jika pemikiran negatif lebih banyak, maka segera alihkan pada fikiran positif.
b.      Ikuti gaya hidup sehat
Berolahraga rutin dapat mengubah suasana hati menjadi positif dan mengurangi stress. Pola makan yang sehat juga mempengaruhi pikiran dan tubuh, serta cobalah untuk mengelola stress.
c.       Nikmati Pekerjaan
Berupayalah menikmati pekerjaan anda, carilah aspek-aspek yang dapat menyenangkan hati.
d.      Cari teman yang positif
Carilah teman yang memandang kehidupan dengan positif, karena orang-orang yang demikian adalah orang yang optimis dan selalu mendukung anda dengan memberi anda saran yang baik.
e.       Hadapi dan terima
Hadapilah situasi yang dapat anda kendalikan dan berupayalah menerima situasi yang tidak dapat anda kendalikan.
f.       Miliki rasa humor
Cobalah untuk tersenyum dan tertawa khususnya pada saat menghadapi saat-saat yang sulit, carilah kegiatan yang mengundang tawa dalam kehidupan sehari-hari. Rasa humor yang baik membantu seseorang memiliki pikiran, emosi dan prilaku yang lebih positif.
g.      Catat hal baik
Setiap hari, catatlah 3 hal baik yang anda alami
h.      Aturan sederhana
Jangan katakan apapun pada diri anda, yaitu sesuatu yang tidak anda katakan kepada orang lain[9].
C.    Penutup
a.      Kesimpulan
Melalui penjelasan di atas dapat kita lihat seberapa besar dan pentingnya sikap optimis dalam kehiduapn kita, sikap optimis bukan hanya berpengaruh pada aspek psikis manusia akan tetapi juga memiliki pengaruh terhadap kesehatan manusia khususnya kesehatan jantung. Banyak sekali hal-hal positif yang ditimbulkan oleh sikap optmis.
Manusia harus memiliki optimisme dalam menjalani kehidupan, Karena dengan sikap optimis seseorang akan tegar menghadapi setiap cobaan dan menatap masa depan penuh dengan keyakinan.
b.      Saran  
Penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan pembaca khususnya tentang optimisme, serta dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

















DAFTAR KEPUSTAKAAN

Karno Raditya, Optimis Boleh, Tapi Jangan Takabur, (Online), Tersedia: http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=20&jd=Optimis+Boleh,+Tapi+Jangan+Takabur!&dn=20090626164543.
M. Nur Ghufron dkk, Teori-Teori Psikologi, (Jogjakarta : Arruz Media, 2010)
Hepcore, Optimis Kunci Meraih Sukses, (Online), Tersedia: http://id.shvoong.com/books/guidance-self-improvement/1958526-optimis-kunci-meraih-sukses/. Html (28 februari 2011).
Kumpulan Info Artikel Kesehatan, Sikap Optimisme Dapat Meningkatkan Kesehatan,  (Online), Tersedia : http://Kumpulan.Info/Sehat/Artikel-Kesehatan/48-Artikel-Kesehatan/226-Berpikir-Positif-Dapat-Meningkatkan-Kesehatan.
Arda Dinata, Sikap Optimisme Dapat Meningkatkan Kesehatan, (online). Tersedia : http://edukasi.kompasiana.com/2010/10/20/membangun-optimisme-dengan-sikap-positif/. Html
Setiawan Budi Utomo, Manajemen Optimis, (Online) Tersedia : http://sma.binamuda.net/?naon=artikel&id=24&detail=yes.16-2-11.
Viktor E. Frankl, Optimisme Di Tengah Tragedi, (Bandung:Nuansa,  2008)
Kumpulan Info Artikel Kesehatan, Sikap Optimisme Dapat Meningkatkan Kesehatan,  (Online), Tersedia : http://Kumpulan.Info/Sehat/Artikel-Kesehatan/48-Artikel-Kesehatan/226-Berpikir-Positif-Dapat-Meningkatkan-Kesehatan.Html (01 Maret 2011)








[1] Karno Raditya, Optimis Boleh, Tapi Jangan Takabur, (Online), Tersedia: http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=20&jd=Optimis+Boleh,+Tapi+Jangan+Takabur!&dn=20090626164543. Html ( 28 Februari 2011)
[2] M. nur Ghufron dkk, Teori-Teori Psikologi, (Jogjakarta : Arruz Media, 2010), h. 95
[3] Hepcore, Optimis Kunci Meraih Sukses, (Online), Tersedia: http://id.shvoong.com/books/guidance-self-improvement/1958526-optimis-kunci-meraih-sukses/. Html (28 februari 2011).
[4] Kumpulan Info Artikel Kesehatan, Sikap Optimisme Dapat Meningkatkan Kesehatan,  (Online), Tersedia : http://Kumpulan.Info/Sehat/Artikel-Kesehatan/48-Artikel-Kesehatan/226-Berpikir-Positif-Dapat-Meningkatkan-Kesehatan.Html (01 Maret 2011)
[5] Arda Dinata, Sikap Optimisme Dapat Meningkatkan Kesehatan, (online). Tersedia : http://edukasi.kompasiana.com/2010/10/20/membangun-optimisme-dengan-sikap-positif/. Html
( Maret 2011)
[6] Setiawan Budi Utomo, Manajemen Optimis, (Online) Tersedia : http://sma.binamuda.net/?naon=artikel&id=24&detail=yes.16-2-11. Html (Maret 2011)
[7] Ibid, 98
[8] Lihat, Viktor E. Frankl, Optimisme Di Tengah Tragedi, (Bandung:Nuansa,  2008), h. 212
[9] Kumpulan Info Artikel Kesehatan, Sikap Optimisme Dapat Meningkatkan Kesehatan,  (Online), Tersedia : http://Kumpulan.Info/Sehat/Artikel-Kesehatan/48-Artikel-Kesehatan/226-Berpikir-Positif-Dapat-Meningkatkan-Kesehatan.Html (01 Maret 2011)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar